• info@megaconperkasa.com
    Sinpasa Commercial Blok C , 15 Summarecon, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat 17143

  • Daftar Bahan Baku Material Pembuatan Campuran Beton

    Penggunaan produk beton untuk memenuhi konstruksi pembangunan dan infrastruktur telah banyak di manfaatkan beberapa tahun terakhir. Tak heran jika banyak perusahaan beton yang boleh bersaing dan memberikan berbagai keperluan produk-produk beton mereka untuk memenuhi kebutuhan ini. Tidak hanya bersaing mengenai harga produk saja, bahkan mereka menawarkan kualitas yang beragam. Kualitas produk beton menjadi tolak ukur terpenting yang dijadikan pertimbangan para kontraktor untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur proyek yang sedang dikerjakan. Kami adalah PT megacon Bangun Perkasa, salah satu pabrik beton terbaik di Indonesia yang siap memberikan pelayanan berbagai macam produk beton untuk kebutuhan konstruksi anda dalam skala kecil maupun skala besar.

    Artikel kali ini kami akan membahas mengenai bahan-bahan hal yang digunakan dalam proses pembuatan beton sesuai standar. Jika anda hendak melakukan pemesanan terkait produk beton atau justru hendak membuat beton sendiri di rumah, maka artikel kali ini akan sangat membantu.

    Beton merupakan material konstruksi yang dibuat dari perpaduan semen, agregat (kerikil / split), pasir, dan juga air. Untuk beberapa proses produksinya, ada yang menggunakan semen dengan ditambahkan zat aditif seperti cairan kimia yang memiliki beragam spesifikasi sesuai kebutuhan beton yang ingin diproduksi. Zat aditif ini dapat mempercepat atau memperlambat proses pengerasan beton. Berikut adalah daftar bahan baku pembuatan beton yang perlu Anda ketahui:

    Batu beton

    Batu beton adalah material penting yang harus ada dalam proses pembuatan produk beton. Di dalam istilah standar nasional Indonesia (SNI) batu beton disebut dengan istilah agregat kasar. Hal ini karena beton memiliki kandungan berupa batu pecah atau kerikil yang berguna sebagai material agregat. Perusahaan beton dapat memilih jenis batuan nya sendiri, bahkan beberapa batu alam utuh kemudian dipecah menjadi kecil-kecil sesuai dengan kebutuhan. Kebanyakan batu yang dipakai untuk kebutuhan campuran beton adalah batu alam yang diambil dari sungai-sungai. Ada juga batuan granit yang sudah dipecahkan. Besar ukuran batu yang digunakan kurang lebih dari 20 mm sampai 75 mm.

    Tidak hanya digunakan sebagai bahan campuran beton, agregat kasar berupa batu ini di manfaatkan untuk memenuhi keperluan proyek infrastruktur badan jalan sekaligus campuran batu pada sirtu. Batuan Kerikil yang dipakai dalam campuran beton di kategorisasi menjadi tiga kelompok, diantaranya: Kerikil galian, kerikil sungai, dan kerikil dari pantai. Untuk batu / kerikil yang diambil dari sungai dan pantai biasanya telah terkandung zat-zat yang terkombinasi di dalamnya.

    Tekstur dari bebatuan yang diambil dari sungai dan pantai cenderung licin dengan bentuknya yang bulat. Sementara untuk bebatuan yang diambil dari hasil galian, zat yang terkandung di dalamnya berupa debu, tanah liat, pasir, dan beragam zat organik yang lainnya. Dengan mengaplikasikan ke-3 jenis bebatuan / kerikil dalam campuran beton yang hendak diproduksi, makan memberikan kualitas ikatan yang semakin baik pada beton. Berikut adalah daftar batu kerikil yang mudah anda kenali:

    • Cadas Tumbukan
    • Kerikil Gunung
    • Kerikil Murni
    • Kerikil Pantai
    • Kerikil Piemonte
    • Kerikil Sungai
    • Kerikil Teluk
    • Kerikil Tepi
    • Kerikil Tumbukan

    Batu yang pecah diberikan penamaan berupa kricak, ia merupakan salah satu agregat kasar yang didapatkan dari batuan alam yang sudah terpecahkan. Ukuran yang dimiliki gereja yakni 5 mm sampai 70 MM. Untuk memudahkan proses pemecahan batuan, anda dapat memanfaatkan mesin pemecah batu karena hal ini dapat mempermudah proses penggilingan material. Karena telah tersedia dengan beragam variasi ukuran maupun tempat asalnya, batu beton dapat anda pesan sesuai dengan tingkat kebutuhan proyek yang sedang dilakukan. Sebaiknya memilih jenis batu beton dengan kualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan konstruksi pembangunan untuk publik.
    Anda juga dapat memanfaatkan batu split untuk memenuhi campuran beton tersebut, batu split ini telah dibedakan dalam beberapa tipe berdasarkan ukurannya, yakni: 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm. Jika anda sedang mengerjakan proyek konstruksi untuk memenuhi bangunan tiang atau kolom Cor beton sebaiknya memilih batuan split dengan ukuran 30 cm x 30 cm atau 20 cm x 30 cm. Jadi ukuran batu Pecah yang sebaiknya digunakan adalah 3 sampai 4 cm. Tapi jika anda sedang melakukan pekerjaan proyek cor kolom praktis dengan ukuran hanya 10 cm x 10 cm, maka sebaiknya untuk menggunakan batuan pecah dengan ukuran paling kecil yaitu sekitar 1 cm sampai 2 cm.
    Berikut adalah klasifikasi ukuran batu beton jenis kricak, anda dapat menyesuaikan jenis berikut ini berdasarkan kebutuhan proyek pembangunan:

    1. Kricak halus, spesifikasi ukurannya adalah 5 hingga 10 mm
    2. Kricak sedang, spesifikasi ukurannya adalah 10 hingga 20 mm
    3. Kricak kasar, spesifikasi ukurannya adalah 20 hingga 40 mm
    4. Kricak kasar sekali, spesifikasi ukurannya adalah 40 hingga 70 mm

    Pasir

    Agregat halus yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan campuran beton adalah pasir. Menurut standar SNI 02-6820-2002 pasir yang digunakan untuk percepatan maksimum dalam campuran adalah 4,7 mm. Jangan melebihi ukuran agregat ini sampai 5 mm karena tidak baik untuk kualitas hasil cetakan beton yang dihasilkan. Pasir yang digunakan untuk campuran beton bisa dari alam atau pecahan batu yang diperoleh dari sisa proses pemecahan batu diatas.
    Ada pula ketentuan SNI 1737-1989-F yang menyebutkan bahwa agregat halus merupakan kumpulan butiran batu pecah, pasir, kerikil, dan aneka mineral lainnya. Bisa diperoleh dari alam maupun hasil dari buatan manusia. Yang pasti, pasir yang digunakan dalam campuran beton merupakan bebatuan yang sudah dihaluskan sesuai ukuran yang telah ditetapkan maksimum 4,7 mm. Untuk butiran pasir yang memiliki ukuran lebih dari 0,14 mm sampai 5 mm merupakan hasil dari disintegrasi batuan alam atau alat pemecah batu. Pasir digunakan sebagai bahan adukan, jadi agregat halus ini harus diamati langsung dari lapangan

    Dalam segi ukuran butiran pasir juga telah diklasifikasi menjadi dua kelompok yaitu Agregat halus dan agregat kasar

    1. Agregat halus merupakan agregat yang terdiri dari butir-butir yang secara keseluruhan bisa menembus lubang ayakan hingga berukuran 4.75 mm, 4.8 mm atau 5.0 mm.
    2. Agregat kasar adalah agregat yang butir butirnya tidak mampu menembus atau masih Tertinggal pada lubang ayakan yang berukuran 4.75 mm, 4.8 mm atau 5.0 mm.

    Menurut SNI nomor 003-6821-2002, ada beberapa persyaratan Agregat halus yang harus dipenuhi karena Sesuai dengan standar prosedur yaitu sebagai berikut:

    • Agregat yang halus memiliki butiran yang teksturnya keras dan juga tajam
    • Butiran halus harus juga memiliki sifat yang kekal yaitu tidak mudah hancur ataupun pecah akibat cuaca ekstrim. Hal tersebut dibuktikan dari sifat yang dapat dilakukan dengan pengujian menggunakan larutan jenuh garam.
    • Agregat harus juga sangat ditekankan untuk tidak memiliki kandungan lumpur sebesar 5% pada berat keringnya. Jika telah melampaui kadar kandungan tersebut maka pasir wajib dicuci sampai bersih terlebih dahulu.

    Gradasi dari agregat adalah suatu distribusi ukuran butiran pada agregat itu sendiri. Volume pori juga akan membesar apabila butir-butir tersebut sama. Hal tersebut juga berbeda jika ukuran yang dimiliki butiran bervariasi, maka volume dari pori akan menjadi kecil. Tidak lain hal tersebut juga disebabkan butiran kecil mengisi pori pada butiran besar. Wajar saja jika pori-porinya menjadi lebih sedikit yang maksudnya adalah memiliki tingkat kepadatan yang tinggi. Apabila volume pori-porinya mengecil maka ada baiknya bahan penguat yang diperlukan juga lebih sedikit. Tingkat kekasaran dari pasir menurut gradasinya telah dikelompokkan menjadi empat yang berdasarkan dengan SK SNI T-15-1990-03 yaitu diantaranya:

    1. Pasir halus
    2. pasir agak halus
    3. pasir agak kasar
    4. pasir kasar

    Semen

    Pada umumnya semen adalah zat yang biasa digunakan untuk melekatkan batu bata, batako ataupun aneka bahan bangunan jenis lainnya. Semen sendiri berasal dari istilah caementum yang dari bahasa Latinnya memiliki arti memotong menjadi sejumlah Bagian kecil secara tidak beraturan. Semen yang biasanya digunakan pada pembuatan beton merupakan jenis Portland. Semen juga termasuk ke dalam material komposit yang diantaranya terdapat agregat kerikil, pasir serta air. Beton bisa dicetak sesuai dengan bentuk yang nantinya akan digunakan karena begitu beton sudah mengeras Anda dapat menggunakannya sebagai elemen struktur pada suatu proyek konstruksi pembangunan.

    Semen Portland dapat dimanfaatkan pada pembuatan mortar yaitu Terdapat campuran antara air dan juga pasir. Semen yang sudah dicampur dengan air maka akan membentuk sebuah adonan yang nantinya akan menjadi keras dalam beberapa jam dan bila proses pengeringannya semakin lama maka semakin kuat pula tingkat pengerasannya. Biasanya beton dapat kering setelah 21 hari lalu mencapai titik pengerasan maksimal secara berlanjut.

    Semen Portland memiliki klasifikasi ke dalam 5 tipe yaitu diantaranya:

    Tipe 1 – semen Portland yang biasa digunakan untuk konstruksi umum atau tidak memerlukan syarat-syarat khusus Dalam penggunaannya. Tipe ini juga paling banyak diproduksi dan dipasarkan dan sangat mudah ditemui.

    Tipe 2 – semen Portland yang biasanya digunakan khusus untuk bangunan bersuhu tinggi. Jadi ada proses pengurangan air atau hidrolisis lama memasuki Proses pengeringan. Semen tipe 2 ini sangat dianjurkan untuk beberapa bangunan sarana publik seperti dermaga, landasan dan juga bendungan.

    Tipe 3 – semen Portland yang memerlukan tingkat kekuatan cukup tinggi pada penggunaannya dan pengaplikasiannya Khususnya ketika masuk ke tahap permulaan pasca terjadinya pengikatan. Kekuatan dari semen tipe 3 ini sangat setara dengan type 3 yang sudah memiliki umur 28 hari.

    Tipe 4 – semen Portland yang membutuhkan tingkat panas hidrasi lebih rendah dalam pengaplikasiannya. Jadi sangat wajar jika semen dengan tipe ini paling sering diterapkan pada bendungan dan lapangan udara yang membutuhkan struktur concert masih bervolume besar.

    Tipe 5 – semen Portland yang juga membutuhkan resistensi tinggi terhadap zat sulfat pada penerapannya. Semen ini juga sangat cocok diterapkan pada pembuatan beton bertulang yang memiliki area rentan terhadap air ataupun tanahnya mengandung zat garam dan juga sulfat. Maksudnya adalah mudah terkena korosi karena area tersebut. Seperti area pertambangan, lautan perairan payau dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Ulasan di atas dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin mengetahui pembuatan beton yang tentunya Sesuai dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Jika saat ini anda sedang membutuhkan beton dengan kualitas terbaik dan mutu yang terjamin anda bisa menghubungi kami karena kami siap membantu anda untuk memenuhi kebutuhan konstruksi pembangunan yang sedang anda lakukan. Kami sebagai pabrik beton memiliki komitmen yaitu memberikan pelayanan sepenuh hati kepada seluruh pelanggan. Kami juga siap melayani anda di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

    You may also like...

    Popular Posts