• info@megaconperkasa.com
    Sinpasa Commercial Blok C , 15 Summarecon, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat 17143

  • Mengenal Beton Bertulang & Sistem Pemasangannya

    Beton bertulang (reinforced concrete) yakni struktur komposit yang benar-benar baik untuk diaplikasikan pada konstruksi bangunan. Pada struktur beton bertulang terdapat berbagai keunggulan imbas dari penggabungan dua buah bahan, ialah beton (PC + aggregat halus + aggregat kasar + zat aditif) dan baja sebagai tulangan. Kita tahu bahwa keunggulan dari beton yaitu kuat tekannya yang tinggi, sementara baja tulangan sungguh-sungguh bagus untuk membendung gaya tarik dan geser. Penggabungan antara material beton dan baja tulangan memungkinkan pelaku konstruksi untuk menerima bahan baru dengan kecakapan untuk membendung gaya tekan, tarik, dan geser sehingga struktur bangunan secara keseluruhan menjadi lebih kuat dan aman.

    Karena kelebihan yang dimilikinya, karenanya pengaplikasian beton bertulang sebagai bahan struktur utama bangunan sangat populer. Beton bertulang lebih menjadi opsi dibandingi material lain seperti bambu, kayu, beton konvensional atau baja. Penggunaan beton bertulang pada struktur bangunan umumnya bisa dijumpai pada: pondasi (variasi pondasi dalam seperti tiang pancang, bore pile), balok ikat (sloof), kolom, balok, plat beton, dan dinding geser (shear wall).

    Namun dibalik kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh beton bertulang bila dibandingkan dengan bahan material lainnya, beton bertulang juga mempunyai problem yang bisa mengurangi keunggulannya. Diantara permasalahan yang sering ditemui yaitu situasi sulit keretakan yang terjadi pada bahan tersebut. Keretakan pada beton bertulang bisa timbul pada dikala pra-konstruksi dan pasca konstruksi.

    Sebetulnya setiap beton bertulang yang dipakai pada struktur bangunan pasti akan terjadi retakan, yang mesti dipertimbangkan ialah apakah retakan hal tersebut bisa ditolerir karena tak membahayakan atau retakan tersebut membahayakann struktur bangunan secara keseluruhan. Keretakan pada beton bertulang ini disebabkan oleh beberapa hal, sebab imbas dari sifat beton itu sendiri ataupun faktor lingkungan luar yang mempengaruhi beton secara lantas.

    Sistem Penulangan

    Kerap sekali Anda menemukan struktur beton bertulang dihasilkan dengan sistem yang kurang tepat. Seandainya yang paling biasa terjadi ialah ketebalan dari tulangan hingga permukaan beton terlampau besar. Seandainya ini sebenanrnya kurang tepat sebab fungsi dari baja tulangan tersebut yaitu untuk membendung gaya lintang (pada balok dan plat), deformasi imbas lendutan, serta gaya geser.

    Karena tebal selimut beton terlampau besar maka retakan umum terjadi mulai dari permukaan struktur beton hingga pada bagian tulangan yang ada didalamnya. Tulangan diwujudkan agak keluar, dan selimut atau kulit yang membungkus tulangan dihasilkan setipis mungkin (1,5 s/d 2 cm). Sebab gaya tarik dan gaya tekan paling besar terjadi pada ujung permukaan beton hal yang demikian.

    You may also like...

    Popular Posts