• info@megaconperkasa.com
    Sinpasa Commercial Blok C , 15 Summarecon, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat 17143

  • Mengulik Proses Produksi Pipa Beton dari Manual Hingga Otomatis

    Tahun 1984 merupakan tahun dimana pabrik beton masih belum banyak berdiri seperti saat ini, sebab pada masa itu pembuatan beton masih cenderung memanfaatkan tenaga manusia. Berikut ini beberapa proses pembuatan pipa beton yang apabila dilakukan secara manual.

     

    Proses Produksi Pipa Beton Secara Manual

    1. Mempersiapkan cetakan pipa beton menurut diameter yang akan digunakan
    2. Sisi dalam cetakan pipa beton harus diolesi dengan oli bekas terlebih dahulu, sehingga proses cetaknya jauh lebih mudah
    3. Tambahkan alas pada suatu cetakan supaya pipa beton tidak lengket di tanah
    4. Memulai perpaduan 6 ember pasir bersuhu lembab dan 1 ember semen
    5. Pasir dan semen diaduk sampai merata
    6. Tuangkan campuran yang sudah diaduk tersebut secara perlahan ke dalam cetakan. Lanjutkan dengan menekan adonan campuran tersebut hingga memadat.
    7. Langkah no. 1 hingga 6 tersebut bisa diulangi sesuai kebutuhan jumlah pipa beton yang ditawarkan
    8. Keringkan selama sekitar 15 menit
    9. Cetakan pipa beton dilepas secara perlahan dan penuh hati-hati
    10. Pada pipa beton yang memiliki kapasitas besar, dibutuhkan durasi produksi selama 7 hari sebelum akhirnya dapat digunakan dengan baik.

    Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan teknologi yang ada, proses produksi pipa beton secara manual mulai ditinggalkan. Kemudian berdirilah beberapa pabrik produsen beton yang sudah mengandalkan peralatan mesin canggih. Tentu saja dengan kuantitas produksi yang lebih banyak dan kualitas produk yang semakin kokoh.

     

    Proses Produksi Pipa Beton Dengan Teknologi Canggih

    Berikut ini beberapa 4 teknologi yang diterapkan pada proses produksi pipa beton di seluruh Indonesia. Untuk lebih lengkapnya bisa Anda pahami sebagai berikut.

    1. Sentrifugal / Wet Spinning

    Pada proses ini, pipa beton dibuat dari penggunaan gaya sentrifugal atau dalam bahasa Indonesia disebut perputaran berkecepatan tinggi. Suatu Mould ditaruh pada 2 pasang roda besi, tepat di bagian atasnya. Kemudian roda besi tersebut dilajukan menggunakan motor penggerak agar mould bisa berotasi dengan kecepatan putar yang bisa diatur oleh pihak operator. Gaya sentrifugal atau perputaran tersebut berlangsung berkekuatan 10 kali lebih kuat dari gaya gravitasi bumi. Sehingga proses pencetakan pipa beton menjadi lebih cepat, tanpa menunggu waktu lama.

    2. High Vibration Vertical Cast

    Merupakan sebuah proses produksi beton yang menggunakan mesin penggetar. Pada cetakan pipa beton jenis ini, terdapat outer mould dan inner mould. Keduanya merupakan tabung berwujud vertikal. Terpasang 3 komponen penggetar berfrekuensi tinggi yang telah menempel secara eksentrik pada inner mouldnya. 

    Sehingga beton yang diproduksi menjadi lebih cepat padat. Hingga saat ini, teknologi high vibration vertical cast telah banyak digunakan dan dikembangkan di beberapa negara Eropa. Meskipun pada akhirnya tak sedikit beberapa negara lainnya juga perlahan meninggalkannya.

    3. Packer Head

    Merupakan salah satu metode yang paling mutakhir dalam pembuatan pipa beton. Prinsip kerja pada packer head memadukan antara sistem perputaran dan vertical cast. Mould diletakkan secara vertikal, akan tetapi mould hanya pada sisi luarnya saja. Sementara batang roller yang memiliki ujung berupa sepasang roda besi berputar dengan kecepatan tinggi. 

    Selain itu batang roller tersebut bergerak dari atas ke bawah. Hal ini menyebabkan dinding pipa berubah menjadi zat padat ketika memasuki proses penekanan yang berasal dari ujung roller. Mesin packer head ini dikendalikan secara otomatis, tentu saja jauh lebih menghemat biaya kerja. Teknologi packer head juga berkembang di negara Amerika Serikat dan Eropa.

    4. Roller Suspension

    Pasca teknologi sentrifugal mulai ditinggalkan, muncullah teknologi roller suspension yang mana penemunya adalah berkewarganegaraan Australia. Mereka terdiri dari dua orang, yakni Clark dan Robert. Teknologi tersebut juga mampu merotasi mould layaknya teknologi sentrifugal, yang membuat sedikit berbeda adalah peletakkan mould yang tidak berada di permukaan atas roda besi. Akan tetapi digantung pada sebuah batang roller yang nantinya dapat berotasi searah dengan mould. 

    Hanya saja teknologi roller suspension ini perputarannya tidak secepat pada teknologi roller sentrifugal. Maka tidak heran jika prosesnya menggunakan tumbukan antara beton yang diproduksi dengan batang roller agar menjadi benda padat. Hingga kini teknologi roller suspension masih banyak ditemukan di beberapa benua Asia dan Australia. Tak terkecuali dengan negara maju lainnya yaitu Prancis dan Cina.

     

    Proses Instalasi Saluran Air pada Pipa Beton

    Usai memahami teknologi produksi pipa beton yang terus berubah dari masa ke masa, pastinya Anda juga perlu tahu terkait bagaimana sistem pembuatan saluran air pada suatu proyek. Berikut ini ada sejumlah prosedur yang patut dikerjakan. Sejumlah proses ini harus dilakukan sesuai standar prosedur.

    • Asphalt Cutter, apabila terdapat lapisan aspal yang akan digali, maka pihak pekerja harus melaksanakan asphalt cutter. Penerapan proses ini hanya memotong aspal saja tanpa merusak bagian aspal lain yang tidak digali tanahnya. 
    • Penggalian, langkah berikutnya yang dilaksanakan adalah melakukan penggalian tanah. Ini tentu akan memakan waktu yang cukup lama mengingat terdapat lajur pipa air atau kabel yang tertanam dalam tanah. Oleh karenanya, pekerjaan ini cukup hanya dilakukan sekali mengingat proses dari kegiatan tersebut mengganggu kegiatan warga sekitar. Ketika mengerjakan proses ini, ada baiknya Anda menentukan terlebih dulu ukuran kedalaman yang akan Anda gali. Tentu saja harus disesuaikan dengan diameter saluran air yang akan digunakan. 
    • Pemasangan lantai, fungsi dari keberadaan lantai ini berguna untuk memberi alas pipa beton
    • Pemasangan pipa beton, jika lantai telah mengering dan keras, maka saatnya Anda menjalankan proses pemasangan pipa beton
    • Dinding sayap, dinding ini dirancang agar pipa beton berada di tempat semula atau tidak bergerak
    • Penutupan, melakukan proses penutupan terhadap permukaan tanah merupakan bagian terakhir dari serangkaian langkah-langkah pemasangan pipa beton. Untuk info lebih selengkapnya, segera hubungi kami

     

    Demikian ulasan terkait proses pembuatan dan pemasangan pipa beton. Apabila Anda memerlukan supplier atau distributor pipa beton terpercaya, maka jangan segan-segan untuk berkonsultasi atau sekedar bertanya kepada kami. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para consumer dan para calon consumer.

    Kami selaku PT. Megacon Bangun Perkasa, adalah sebuah perusahaan yang telah memperoleh lisensi terpercaya. Sehingga kami dapat menawarkan kepada Anda beragam produk yang memiliki kualitas sesuai standar keamanan. Kami juga melayani pemesanan hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Segera hubungi untuk mendapatkan penawaran harga terbaik dari kami.

    You may also like...

    Popular Posts