• info@megaconperkasa.com
    Sinpasa Commercial Blok C , 15 Summarecon, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat 17143

  • Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan Beton

    Berikut beberapa pedoman yang dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan pengerjaan konstruksi beton:

    Persiapan

    • Seluruh peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton patut bersih.
    • Ruang yang akan diisi dengan beton mesti bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu.
    • Untuk memudahkan pembukaan sumber, permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus, antara lain lapisan minyak mineral, lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene.
    • Pasangan dinding bata yang berkaitan langsung dengan beton semestinya dibasahi air hingga jenuh.
    • Tulangan seharusnya dalam keadaan bersih dan bebas dari seluruh lapisan penutup yang bisa merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan.
    • Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton wajib dibuang, selain jikalau penuangan dijalankan dengan tremi atau telah seijin pengawas pakar,
    • Segala kotoran, serpihan beton dan material lain yang merekat pada permukaan beton yang telah mengeras patut dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang sudah mengeras tersebut.

    Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih terperinci mesti juga dilaksanakan. Untuk pelaksanaan beton pre-stressing seumpama, persiapan akan bahan-bahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki komponen yang keropos pengaruh kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi seharusnya dilakukan.

    Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketetapan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 seputar Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut:

    Penakaran
    Beton yang memiliki energi tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menerapkan teknik penakaran volume. Tekniknya wajib didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk tiap-tiap campuran bahan penyusunannya.

    Pengadukan

    Sesudah didapat komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, karenanya progres selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara lazim pengadukan dijalankan hingga diperoleh suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya merupakan warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan menonjol homogen.

    Pengangkutan Beton

    Alat angkut pun dibedakan menjadi dua, yakni alat angkut manual dan mesin. Alat angkut manual mengaplikasikan kekuatan manusia, dengan alat bantu sederhana (bisa berupa ember, dolak, gerobak dorong, talang) dan lazimnya mempunyai kapasitas kecil. Alat angkut mesin biasanya diperlukan untuk progres yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh. Figur alat angkut ini yakni truck mixer, belt conveyor, pompa dan tower crane.

    You may also like...

    Popular Posts